Kamis, 6 September 2018, murid-murid kelas 7 SMP Islam Al Azhar 4 Kemandoran melaksanakan kegiatan field trip ke Museum Lubang Buaya, Jakarta Timur. Rombongan yang terdiri dari kurang lebih 110 murid ini didampingi oleh 6 guru pendamping dan dibagi dalam 2 bus. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, acara inti dalam kegiatan field trip pun dimulai pada pukul 08.15 WIB.

Museum Lubang Buaya adalah suatu tempat di kawasan Cipayung, Pondok Gede, Jakarta Timur. Tempat ini menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September oleh PKI (G30S/PKI) pada tahun 1965. Pada saat peristiwa G30S, Lubang Buaya ini merupakan pusat pelatihan milik PKI. Namun kini, di tempat tersebut, berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila Sakti, Museum Pengkhianatan PKI, Museum Paseban, sumur tempat para korban dibuang, dan ruang relik.

Perjalanan field trip ini dimulai dengan pemutaran film G30S/PKI di ruang teater. Setelah itu, diikuti dengan  penjelasan tentang sejarah G30S oleh pemandu wisata. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah penyiksaan yang di dalamnya terdapat replika tentang suasana yang terjadi pada saat peristiwa pemberontakan. Ada pula patung replika para 7 pahlawan yang sedang disiksa dan dibunuh oleh PKI.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah rapat, yaitu rumah yang digunakan PKI untuk membicarakan rencana gerakan pemberontakan. Lalu, berlanjut ke Monumen Pancasila Sakti yang terdapat patung para 7 pahlawan serta patung burung garuda di tengahnya. Patung Jenderal Ahmad Yani, salah satu dari 7 pahlawan yang menjadi korban G30SPKI, terlihat menunjuk ke arah sebuah sumur. Sumur itulah yang menjadi tempat pembuangan para 7 pahlawan dan karena itu pula dinamakan Sumur Maut. Posisi sumur maut memang tidak jauh dari Monumen Pancasila Sakti. Rombongan pun menuju ke Sumur Maut sebelum akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke dapur umum milik PKI.

 

Rombongan  memasuki Museum Pengkhianatan PKI yang di dalamnya terdapat diorama-diorama tentang penyerbuan PKI, penyiksaan PKI terhadap 7 pahlawan, pembunuhan yang dilakukan PKI, dan lain-lain. Museum Pengkhianatan PKI terhubung dengan Museum Paseban oleh sebuah jembatan. Sama halnya dengan Museum Pengkhianatan PKI, terdapat pula diorama-diorama di Museum Paseban, antara lain: diorama terbunuhnya Ade Irma, diorama tertembaknya Ahmad Yani di rumahnya, dan lain sebagainya.

Selain itu, di Museum Paseban ini juga terdapat ruang relik yang berisi koleksi pribadi dan pakaian yang dikenakan  para 7 pahlawan  saat terbunuh. Di sana pula terdapat baju tidur Ade Irma saat terbunuh beserta koleksi pribadinya. Tidak hanya itu, ada pula diorama peta kawasan Lubang Buaya. Di museum ini juga terdapat ruang galeri foto replika kejadian G30S dan foto-foto yang diambil saat pengambilan jasad para 7 pahlawan dari Sumur Maut.

Kegiatan field trip ini diakhiri dengan acara makan bersama di pendopo. Kemudian, rombongan pun kembali ke bus menuju ke Masjid At-Tin untuk melaksanakan shalat zuhur berjamaah. Lalu, mereka kembali ke sekolah dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB.

Demikian rangkaian field trip kelas 7 SMP Islam Al Azhar 4 Kemandoran ke Museum Lubang Buaya. Semoga dengan adanya museum ini, seluruh rakyat Indonesia dapat memahami sejarah G30S, mengetahui kekejaman PKI yang tidak boleh dibiarkan terulang kembali, serta semakin tumbuh rasa hormat kepada pahlawan terdahulu. (Naurah Zahra Maahirah (7A), 07/09/18)

Leave a Comment