Asian Student Exchange Program (ASEP) adalah program pertukaran pelajar antar SMP, SMA, dan Perguruan tinggi se-Asia dan Australia yang dilakukan setahun sekali. Pada tahun 2018, SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran mewakili Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ASEP, berkompetisi dengan negara lain seperti Thailand, Jepang, India, Korea, Malaysia, Vietnam, New Zealand, dan tuan rumah negara Taiwan. Tujuan  program ini adalah untuk mengenal budaya negara lain, meningkatkan rasa toleransi, saling menghargai, dan menghormati perbedaan agama dan budaya, adat istiadat, serta lingkungan masing-masing. Program ASEP dilaksanakan pada tanggal 23-30 Desember 2018 di kota Kaohsiung, Taiwan, sedangkan kunjungan balasan ke Indonesia dari sekolah Taiwan diagendakan pada bulan Agustus tahun 2019.

Setelah melewati seleksi pada pertengahan Oktober 2018, hanya 7 murid yang terpilih yaitu Radhitya Muhammad Ganendra (kelas 7C), Dzilly Hijraf Safanah (kelas 7D), Achmad Marcello Subhan (kelas 7C), Muhammad Hilmi Ridwan (kelas 8B), Syafia Hannaya Putri (kelas 9B), Namira Aulia Sugiapto (kelas 9B), dan Najwa Valeza (kelas 9C).

SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran bekerja sama dengan Kaohsiung Municipal Renwu Senior High School. Seluruh anggota tim, dengan dibantu guru-guru pendamping, sudah menyusun rencana aktivitas yang akan dilakukan selama berada di Kaohsiung, Taiwan. Aktivitas yang akan dijalankan, yaitu homestay, city tour, presentasi dengan tema “Distant Horizons and Close Friends”, dan pertunjukan budaya. Kala itu, murid SMP Islam Al-Azhar 4 menampilkan tarian Dindin Badindin yang berasal dari Sumatera Barat. Kami melakukan persiapan selama kurang lebih 2 bulan untuk kegiatan ASEP ini, mulai dari latihan menari hingga presentasi.

Pada 23 Desember 2018, tepatnya pukul 01.00, peserta dari SMP Islam Al-Azhar 4 sudah berkumpul di bandara Soekarno-Hatta untuk bersiap menuju Kaohsiung, Taiwan. Setelah melewati imigrasi, kami berangkat menuju Kaohsiung dengan transit di Hong Kong. Pukul 14.00, kami tiba di bandara Xiaogang, Kaohsiung yang disambut hangat oleh Housemate dan guru-guru dari Renwu School. Setelah itu, peserta dibawa ke kediaman housmate masing-masing untuk beristirahat sekaligus menjalin keakraban.

Agenda hari kedua adalah city tour. Pada pagi hari, tepatnya pukul 06.15, peserta sudah berkumpul di Renwu School untuk menunggu bus. Setiap housemate berbeda-beda cara untuk berpergian ke sekolah, namun rata-rata mereka berjalan kaki, dikarenakan jarak sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah. Lama perjalanan dari sekolah Renwu ke Cihou Lighthouse, Cijin Island adalah 1 jam. Di sana, peserta melakukan hiking dan juga mengelilingi kota Kaohsiung serta menaiki kapal ferry. Selanjutnya, peserta menuju Dome Of Light (ruangan luas yang dipenuhi cahaya artistik yang terbuat dari kaca) yang berada di dalam stasiun kereta. Sehabis itu kami menuju mall untuk belanja yang sekiranya diperlukan.

Pada tanggal 25 Desember 2018, peserta berkunjung ke Chung Shan Industrial and Commercial School, yang kebetulan sedang melakukan pameran. Sekolah tersebut -yang beberapa gurunya juga berasal dari Indonesia- memiliki banyak pelajaran praktik, seperti gaming, wooding, dan masih banyak lagi. Sekolah itu bukan hanya mempelajari teori, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap mulai dari lintasan maraton yang sangat besar, mesin bubut kayu, ruangan gaming, pameran baju yang dibuat dari 3D printing, dan masih banyak lagi. Peserta juga diberi kesempatan untuk membuat pajangan pena dari kayu.

Usai berkunjung, peserta menuju ke mold clay. Peserta di ajarkan cara membuat gelas dan mangkok dari clay yang proses cetaknya butuh waktu 1 bulan lamanya. Lalu, kegiatan pada malam harinya yaitu welcoming party sekaligus makan malam bersama keluarga housemate masing-masing.

Agenda hari keempat adalah menampilkan budaya masing masing negara. Peserta dari SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran menampilkan tarian Dindin Badindin. Tarian tersebut ditampilkan pada saat murid-murid sekolah Renwu School melakukan upacara. Upacara di Taiwan terlihat unik, karena mereka upacara hanya 15 menit dan setiap murid membawa kursi kecil. Kursi itu akan digunakan pada saat ada yang berpidato.

Setelah selesai penampilan tari, peserta membuat buzz wire game dan key ring (gantungan kunci) yang digambar dan diberi warna sendiri. Peserta juga membuat jeli dari buah aiyu jelly (salah satu buah khas Taiwan). Sehabis itu, peserta membuat 3D printing yang didesain sendiri. Saat makan siang, peserta makan di kelas housemate masing-masing.

Hari berikutnya, yaitu tanggal 27 Desember 2018, peserta membuat origami. Origami di Taiwan berbentuk persegi panjang dan lebih tebal. Lalu, peserta juga menulis kaligrafi bahasa Mandarin di kipas yang nantinya akan dibawa pulang. Pada saat yang bersamaan, perwakilan dari SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran, Syafia Hannaya Putri, mengikuti press conference dengan seluruh peserta ASEP. Setelah menyelesaikan origami, peserta mengikuti gladi resik di National Kaohsiung University of Science and Technology, tempat diadakannya lomba seluruh peserta ASEP dari berbagai Negara.

Tibalah di puncak kegiatan, tepatnya pada 28 Desember 2018, yaitu lomba presentasi dengan tema “Distant Horizons and Close Friends”. Ketujuh peserta dari SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran melaksanakan presentasi selama 8 menit secara bergantian dan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 4 menit. Saat pengumuman lomba, SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran meraih penghargaan medali emas (Gold Prize). Alhamdulillah, perjuangan yang membuahkan hasil. Setelah pengumuman lomba, diadakan beberapa penampilan bakat, baik tarian tradisional, tarian modern, maupun bernyanyi.

Pada hari terakhir, 29 Desember 2018, peserta melakukan farewell party di Renwu School. Tepat pukul 12.00, peserta diantar oleh teman-teman Renwu School menuju bandara Xiaogang, Kaohsiung untuk kembali ke tanah air. Rombongan ASEP dari SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran pun tiba di tanah air pukul 11 malam.

Banyak sekali pengalaman bermanfaat yang didapat peserta dengan mengikuti program ASEP ini mulai dari proses seleksi, persiapan di Indonesia, hingga pelaksanaan di kota Kaohsiung, Taiwan. Mulai dari hubungan antar anggota tim yang begitu akrab, merasakan langsung pergaulan antar bangsa yang memiliki banyak perbedaan (agama, bahasa, budaya, adat istiadat, dan lain-lain), hingga melatih kemandirian dan meningkatkan kepercayaan diri. (Dzilly Hijraf Safanah (Kelas 7D SMP Islam Al-Azhar 4 Kemandoran), 30/12/18)

 

Leave a Comment

Alfour

“KUAT AQIDAH, LUHUR PERILAKU, KAYA KREATIFITAS DAN UNGGUL PRESTASI”

Subscription

 Kampus Al Azhar Kemandoran © Copyright 2018