Program Tahfizh SMP Islam Al Azhar 4 Kemandoran sudah berjalan hampir 5 tahun dan telah meluluskan 2 angkatan. Untuk memaksimalkan program tersebut, diperlukan evaluasi, salah satunya yaitu peningkatan target hafalan. Hal ini dilihat dari motivasi murid di kelas Tahfizh yang semakin meningkat. Setiap tahun, kuantitas peminat kelas Tahfizh terus bertambah seiring dengan peningkatan kualitas program Tahfizh. Salah satu program rutinnya yaitu, Tahfizh Camp, yang selama ini menjadi sarana untuk menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 minggu.

Senin-Sabtu, 17-22 Desember 2018, kegiatan Tahfizh Camp kembali dijalankan dengan peserta dari kelas 8A (Tahfizh). Adapun kegiatan ini memang diwajibkan untuk kelas tahfizh, namun tidak menutup peluang bagi kelas non tahfizh yang ingin menghafal Al-Qur’an untuk bergabung. Sejauh ini, banyak antusiasme dari murid-murid kelas non tahfizh yang mengikuti program tahfizh, seperti ekskul Tahfizh dan Tahfizh Camp. Sebagaimana tahun sebelumnya, kegiatan Tahfizh Camp ini dilaksanakan di Pesantren Ar Ridho, Sentul, Bogor. Target hafalan untuk kelas 8 tahun pelajaran 2018/2019, yaitu juz 29 (6 surat terakhir) dan juz 28 (3 surat awal).

 

 

Pada kegiatan ini, diharapkan peserta terbiasa untuk berinteraksi secara intensif dengan Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan dalam Tahfizh Camp yaitu setoran hafalan kepada musyrif/musyrifah, tadarus, muraja’ah, pemberian taujih oleh panitia pendampingi atau musyrif, games Qurani, dan menyaksikan video motivasi sehingga membuat suasana menghafal Al-Qur’an terasa menyenangkan. Setelah menyetorkan hafalan, peserta diminta untuk menyentang kolom surat pada tabel hafalan yang tersedia di papan tulis. Selain itu, ada pula pemberian kultum dari peserta yang sebelumnya telah ditunjuk oleh panitia pendamping. Selain kultum, ada pula peserta yang ditunjuk untuk menjadi muadzin, dan membacakan iqamat.

Agar menguatkan hafalan Al-Qur’an, secara bergantian peserta diminta sebagai imam shalat di aula. Satu hal yang istimewa, yaitu salah satu peserta bernama Rizal Hafizh Pandjaitan (8A) ditunjuk sebagai imam masjid Ar Ridho. Rizal diamanahkan untuk mengimami shalat maghrib yang juga dihadiri oleh ketua pembina, ustad, dan santri Ar Ridho. Meski tiada hari tanpa menghafal Al-Qur’an, di sela-sela waktu istirahat, peserta tetap diperkenankan untuk berolahraga sejenak dengan bermain-main di lapangan. Biasanya para murid perempuan duduk di ayunan sambil menyaksikan para murid laki-laki bermain bola. Peserta dipersilakan untuk beristirahat setiap pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB di guest house masing-masing.

Acara selanjutnya, yaitu kunjungan dari orang tua murid yang berlangsung pada hari Kamis, 20 Februari 2019. Dalam acara tersebut, para peserta tampil melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dihafalkan, membawakan lagu tentang Ibu, serta memohon doa sang Ibu sebelum orang tua murid kembali ke Jakarta. Malam harinya yaitu muhasabah. Dalam kegiatan muhasabah, panitia pendamping memberikan surat cinta orang tua untuk peserta. Peserta membacakan surat tersebut sekaligus menyimak nasihat tentang orang tua.

Pada akhir kegiatan, diumumkan peserta dan kelompok terbaik berdasarkan penilaian dari hafalan, akhlak, dan pula semangatnya selama Tahfizh Camp. Sebelum kembali ke Jakarta, peserta melakukan tadabbur alam di Sentul Fresh. Peserta diperkenalkan tentang Rumah Tahfizh Akbar. Kemudian ditemani guide untuk mengelilingi Sentul Fresh dengan memberi makan ikan, menangkap burung, membuat yoghurt, mengenal khasiat tumbuhan, memerah sapi, dan lain sebagainya. Setelah kegiatan Tahfizh Camp, peserta diharapkan mampu mencapai target hafalan, terbiasa shalat wajib berjamaah, melengkapi dengan ibadah-ibadah sunnah seperti tahajud dan dhuha, serta semakin tumbuh rasa kemandirian. (Fitriani (admin), 24/02/2019)

Leave a Comment

Alfour

“KUAT AQIDAH, LUHUR PERILAKU, KAYA KREATIFITAS DAN UNGGUL PRESTASI”

Subscription

 Kampus Al Azhar Kemandoran © Copyright 2018